Jenis dan Karakteristik Psikotes Kerja

Psikotes kerja memang sangat penting untuk calon karyawan. Banyak perusahaan yang akan menerima pegawai melalui proses psikotes ini. Bagi seseorang yang tengah melamar pekerjaan, mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai tes pekerjaan perlu dilakukan. Berbagai perusahaan menerapkan tes pelamar berbeda-beda namun yang biasanya diujikan pada tes tersebut adalah tes psikologi (psikotest), tes kemampuan (skill tes) dan interview (wawancara kerja).

Urutan mengerjakan tes psikotes ini sendiri bisa jadi berbeda di berbagai perusahaan. Soal ataupun pertanyaan yang diajukan juga sering kali berbeda namun memiliki satu maksud untuk mendapatkan kandidat karyawan yang sesuai dengan lowongan yang dibutuhkan.

Lalu seperti apakah jenis dan karakteristik dari tes Psikotes kerja ini? Secara umum tes ini merupakan seleksi pegawai yang dilakukan kantor pada tahap awal dengan uji psikologi atau biasa disebut psikotes. Psikotes kerja bertujuan untuk mengetahui karakter si pelamar yang kemudian hasilnya akan dicocokan dengan karakter yang dibutuhkan pada perusahaan tersebut. Biasanya tidak ada gagal ataupun lulus dalam tes ini namun lebih melihat kecenderungan karakter seseorang untuk mengerjakan tugas yang akan diemban.

Karakter yang dibutuhkan harus yang siap terhadap tantangan yang akan terjadi selama bekerja. Misalnya saja bagi pelamar bagian pelayanan pelanggan, seseorang dengan karakter tangguh lebih diutamakan karena akan mmpu menangani pelanggan. Jika saat psikotes kerja ini ditemukan kemampuan yang melebihi kebutuhan biasanya pekerja tersebut dapat ditolak, karena memang kurang sesuai dengan pekerjaannya. Banyak kandidat yang berguguran pada tahap ini namun bukan karena kurang kemampuan untuk bekerja namun, kepribadiannya memang kurang tepat untuk mengisi posisi tersebut.

Bagi pelamar yang mengetahui cara mendapatkan pekerjaan yang disesuaikan kemampuan, sangat memahami bagaimana fungsi psikotes kerja ini. Psikotes menggunakan perangkat yang berbeda di setiap perusahaan, namun terdapat standarisasi psikologi yang baku untuk menentukan karakteristik seseorang dengan psikotes kerja ini.

Untuk mengerjakan test ini sebenarnya tidaklah sulit, namun pengerjaan psikotest ini biasanya dibatasi oleh waktu untuk mengukur kecekatan anda. Setelah menjalani psikotest ini bagi kandidat yang lolos akan menjalani wawancara. Namun tidak perlu khawatir karena tips wawancara kerja dapat membantu anda menghadapi tahapan interview kerja.

Uji psikologi ini biasanya dibagi pada beberapa tes. Urutan tahapan psikotest kerja di berbagai perusahaan mungkin berbeda, namun secara garis besarnya meliputi berikut ini :
1. Tes Pemahaman
Tes ini mengukur kemampuan pemahaman anda secara verbal (kata-kata). Tes ini bisa merupakan lawan kata pada sebuah kalimat atau persamaan kata. Namun kadang terdapat pula tes penalaran dari kalimat yang menyuguhkan pertanyaan.
2. Tes logika Algoritma
Ini merupakan tes dengan bentuk deret angka yang harus diisi. Memahami pola deret angkanya, kemudian isi deret angka yang dibutuhkan untuk melengkapi isiannya. Penggunaan batasan waktu dilakukan dalam tes ini. Test ini sering dijadikan untuk mengetahui fungsi otak kanan manusia dan mungkin fungsi otak kiri.
3. Tes Wartegg
Tes ini dilakukan dengan cara menggambar. Namun bukan kemampuan gambarnya yang akan dinilai, melainkan para ahli psikologis akan membaca karakter anda lewat gambar tangan anda. Biasanya instruksi gambar diberikan dengan soal cerita yang kemudian akan kita gambarkan keadaan dan penanganan masalahnya.

Beberapa tahapan tes di atas diharapkan dapat membantu anda mengalami psikotes kerja yang akan dilakukan. Ada baiknya beberapa hari sebelumnya Anda berlatih dan memahami bentuk-bentuk soal Psikotes. Hal ini tentunya akan menambah pengetahuan Anda tentang Psikotes sehingga kemungkinan lolos juga akan lebih besar. Untuk mempelajari dan mendapatkan paket soal Psikotes silahkan join member di www.soalpsikotes.com

 
 
Sponsor : Ahmad Raharja - Jakarta